Bagaimana Suku Asmat Berdandan

Suku Asmat memiliki cara yang sangat sederhana untuk merias diri mereka. Mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah. Untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan. Sedangkan warna hitam mereka hasilkan arang kayu yang dihaluskan.Cara menggunakannyapun cukup simpel. Hanya dengan mencampur bahan bahan tersebut dengan sedikit air, pewarna itu sudah bisa digunakan untuk mewarnai tubuh.
Nah, bagi mereka yang suka dandan, kalau cara ini digunakan pasti hanya sedikit sekali biaya yang dikeluarkan. Tidak perlu membeli kosmetik yang mahal kan?:]
Berdandan di halaman rumahpun tak masalah, tidak membutuhkan meja rias.
Ada yang agak modern dengan memanfaatkan cermin kecil bekas bedak.
Tidak perlu menggunakan kuas yang halus, daun kering yang dilipatpun bisa dijadikan kuas untuk mengoleskan pewarna ke wajahnya.
Duduk di mana saja tak masalah. Lebih asik memang kalau berdandan rame-rame sambil ngobrol ataupun sharing “bedak”.
Tidak takut kehabisan “bedak’ sehingga bisa mewarnai banyak bagian tubuh.
Seluruh bagian tubuhpun bisa diwarnai. Tergantung selera sih. Tidak khawatir kehabisan “bedak.”
Selesai merias, sisa “bedak putih” disimpan di sebuah kayu pohon yang tengahnya sudah dilubangi.
Duduk-duduk dahulu sambil merokok untuk menunggu “bedaknya” kering.
Bila sudah kering, mereka siap pergi ke hutan, melaut atau mengikuti acara adat.
Bedaknya ternyata tidak hanya sebagai pewarna tubuh, tapi juga bisa untuk pewarna perahu mereka.
Meski berkeringat karena harus berjalan kali di bawah teriknya matahari, “make up” mereka tidak luntur.
Percikan air lautpun tak akan membuat make up mereka rusak, sehingga tak khawatir saat melaut.
Semua deskripsi di atas merupakan gambaran apa yang dilakukan Suku Asmat untuk merias tubuh mereka. Biasanya mereka merias tubuh mereka hanya saat akan mengikuti acara adat. Jadi mereka tidak melakukannya sehari-hari.
Sekarang kita lihat bedanya pada foto di bawah ini antara mereka yang menggunakan “kosmetik tradisional (tanah, kerang, dan arang) dan mereka yang menggunakan kosmetik mahal dan digunakan hampir setiap hari. Pilih yang mana?

















Leave a Reply