Pusaka Sawargi

Keberadaan kebudayaan daerah di setiap wilayah Indonesia mengalami situasi yang cukup sulit di tengah kemajuan teknologi sekarang. Kaum muda cenderung untuk lebih tertarik pada hal yang modern di bandingkan melestarikan Budaya adatnya.

Kelompok kesenian sunda, Pusaka Sawargi, yang berasal dari Bandung adalah salah satu kesenian khas Sunda yang coba dipertahankan oleh kaum tuannya (seni terbang). Pemimpin kelompok, yang notabene adalah wanita, terus mengusahakan agar kesenian yang dipimpinnya tetap terus eksis. Tidak mudah baginya untuk terus bertahan mengingat usia sebagian besar anggotanya yang tidak muda lagi.

Meski begitu, penampilan mereka di Pendopo Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah Minggu (4/5) lalu menunjukkan betapa stamina mereka masih patut diacungi jempol. Diawali dengan penampilan seorang laki-laki berpakaian harimau yang membawakan pencak silat khas Sunda. Gerakan-gerakan menendang, memukul, salto, sesekali bergulingan di lantai menunjukkan bahwa ia membutuhkan waktu lama untuk berlatih. Sesekali gerakannya keras, bahkan terkesan kejam, namun adakalanya gerakannya halus sehingga gerakannya nampak feminim. Perpaduan gerak inilah yang membuat penonton di sekitar pendopo tak segan untuk bertepuk tangan.

Yang menarik dari komunitas ini adalah keberadaan 2 orang wanita di tengah-tengah sekumpulan 20an pria. Wanita pertama adalah pesinden yang dari awal sampai akhir terus mengiringi teman-temannya tampil. Dan wanita kedua adalah penari jaipong yang tampil setelah pencak silat pembuka. Ia memanjakan mata penonton dengan warna warni busana daerah yang ia kenakan, paras ayunya yang dirias dengan cantik, dan lenggang lenggok indahnya.

Di penghujung pertunjukkan, para “jago tuanya” beraksi. Para jawara ini mempertontonkan “kesaktian’ mereka seperti mandi dengan air yang mendidih, membakar tubuhnya, makan kalajengking, bercanda dengan ular berbisa, mengupas kelapa dengan giginya, melubangi kelapa hanya dengan menggunakan jari telunjuknya. Penonton tak henti-hentinya bertepuk tangan dan berdecak kagum. Bentuk apresiasi yang sangat baik pada seni budaya daerahnya.

Semoga dengan seringnya diadakan acara budaya seperti ini membuat kaum muda tidak merasa asing dengan budayanya. Mereka dapat tetap memelihara dan melestarikan budayanya.

HORMATKU PADA PARA PEMELIHARA SENI DAN BUDAYA INDONESIA.


Leave a Reply